Kamis, 23 Juni 2016

ESSAY



KONTRIBUSI BESAR YANG AKAN SAYA LAKUKAN BAGI INDONESIA
                Sebagai seorang pemuda Indonesia, masih banyak sekali pekerjaan yang harus dikerjakan sebagai bentuk kontribusi saya bagi bangsa. Sekalipun belum banyak berperan bagi Indonesia, pengalaman aktif dalam berbagai organisasi, setidaknya dapat menjadi wujud kontribusi saya bagi bangsa Indonesia.
“Jangan tanyakan apa yang negara berikan kepadamu, tapi tanyakan apa yang kamu berikan kepada negaramu!”.(John F. Kennedy).Kutipan pernyataan Presiden ke-35 Amerika Serikat tersebut sering kita dengar. 
            Saya terlahir dan dibesarkan oleh keluarga yang sederhana,ayah saya adalah seorang karyawan swasta dan ibu saya hanya ibu rumah tangga yang hanya lulusan dari Sekolah Menengah Atas (SMA).
Mungkin hal ini akan menimbulkan sebuah pertanyaan mendasar, yaitu: “apa yang perlu dibanggakan dari kehidupan yang jauh dari karakteristik kehidupan sejahtera ini?”.  Pertanyaan ini hanya akan terjawab oleh satu kata ajaib yaitu “didikan”.
Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan didikan sebagai hasil mendidik. Saya menambahkan pengertian didikan sebagai suatu hasil dari proses pendidikan yang didapatkan secara langsung atau tidak langsung oleh seseorang sejak masih kanak-kanak hingga dewasa yang memberikan pengaruh yang cukup signifikan pada kehidupan di masa depan.
Pemahaman di atas, bukanlah hanya sebuah pemahaman yang tidak berdasar. Secara langsung saya memperoleh pendidikan akademis melalui proses panjang yang saya mulai dari Sekolah Dasar (SD),Sekolah Menengah Pertama(SMP),Sekolah Menengah Atas (SMA) hingga memperoleh akhirnya gelar sarjana di perguruan tingggi. Saya menamatkan Sekolah Dasar, Sekolah menengah Pertama,dan Sekolah menengah Atas saya di Minas , dan melanjutkan ke perguruan tinggi di salah satu Universitas Swasta yang ada di Pekanbaru,yaitu Universitas Lancang Kuning.
Sekolah Menengah Pertama (SMP)  adalah masa yang akan paling saya kenang. Di sana benar-benar saya mendapatkan pendidikan yang dapat membuka pemahaman saya tentang persaingan sehat dalam pendidikan. Disekolah saya terdapat kelas unggulan yang hanya diisi oleh siswa yang berprestasi dalam bidang akademis. Karena hal ini, saya sangat ingin menduduki salah satu bangku dikelas tersebut. Saya berusaha dengan meningkatkan pengetahuan saya tentang mata pelajaran yang diajarkan oleh guru dan berusaha meraih peringkat. Usaha tersebut saya lakukan bukan hanya untuk diri saya sendiri, namun karena saya ingin selalu melihat senyum lebar dan bangga kedua orang tua saya ketika mendengar nama mereka dipanggil untuk mendapingi saya menerima hasil belajar di setiap semesternya.
Di sinilah yang saya maksudkan sebagai proses didikan secara tidak langsung yang saya dapatkan dari pengalaman kehidupan yang saya jalani yaitu memberikan kebahagiaan yang juga berpengaruh pada motivasi diri untuk kesejahteraan kehidupan di masa depan melalui pendidikan.
            Saya ingin mendirikan sekolah khusus bagi mereka yang kurang mampu. Saya tidak ingin ada generasi yang hanya niat belajar namun tidak memiliki fasilitas yang cukup. Saya ingin menjadi motivasi mereka untuk mengembangkan karya yang kelak akan membawa Indonesia kehadapan persaingan pendidikan internasional. Biarlah saya tidak mewakili Indonesia asalkan saya menciptakan generasi yang dapat mewakili Indonesia. Saya ingin turut berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.Karena saya tahu, pendidikan adalah salah satu hal penting yang dapat merubah kehidupan seseorang menjadi lebih baik dan mengubah status sosial seseorang. Dan saya ingin mempersiapkan generasi yang mampu menghadapi perkembangan pendidikan di abad ke-21. Saya sadar, generasi saya dan generasi penerus saya adalah orang yang paling bertanggungjawab terhadap nasib Indonesia untuk 10/15 tahun mendatang.
            Namun, saya sadar untuk mewujudkan ini semua membutuhkan proses yang sangat panjang. Saya pun harus mempersiapkan ilmu yang cukup untuk dibagikan kepada mereka kelak. Tapi, saya akan terus berusaha mewujudkan hal ini demi Indonesia yang sangat saya cinta dan demi generasi yang akan memimpin Indonesia. Saya sangat percaya dengan pepatah yang mengatakan bahwa “ bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”. Saya siap, jika harus menempuh rintangan yang sulit demi negeri ini. Dan saya sangat setuju dengan presiden Ir.Soekarno yang mengatakan bahwa “ berikan saya 10 pemuda maka akan kuguncangkan dunia”. I LOVE INDONESIA dimanapun dan kapanpun. HIDUPLAH INDONESIA RAYA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar